KASIH TUHAN.
Kisah Nyata Anak Tertolak Yang Menemukan Kasih Tuhan
Berlatar
belakang keluarga yang tidak mampu, Melkior memiliki seorang ayah yang
selalu mengatakan padanya bahwa ia anak sial dan mati saja. Bukan hanya
itu, suatu kejadian yang sangat membekas dalam hidupnya adalah pada saat
ia kecil dan ingin merayakan natal bersama teman-temannya di gereja.
Dengan baju terbaiknya, Melkior pergi ke gereja. Tak disangka, sampai
disana ia diusir karena baju yang ia kenakan tidak seperti teman-teman
yang lain. Sejak saat paling mengecewakan itu, ia berjanji bahwa ia
tidak akan menginjakkan kaki lagi di gereja.
Sejak
saat itu ia hidup dijalan dengan kekuatannya sendiri. ia menganggap
bahwa orang baru bisa dihargai karena ada uang. Ia melakukan apapun demi
uang.
Dari umur 8 tahun ia menjadi pencopet, rampok, mencuri keadaan
bermotor, dan terlibat dalam penjualan dan pemakakaian narkotik. Bahkan
ia tidak mempedulikan siapapun. Ia merasa tidak membutuhkan siapa-siapa
dan ia tidak butuh Tuhan.
Ia
ingin membuktikan pada dunia bahwa ia mampu menjadi orang yang
dihargai. Hingga pada suatu hari ia akhirnya tertangkap oleh orang-orang
yang melihat ia mencuri mobil. Teman-temannya tidak
membantu waktu ia dalam keadaan itu. tidak ada harapan dan tidak ada
yang meolong. Orang-orang itu berniat untuk membakar Melkior saat itu.
Pada saat itulah ia mengingat satu pribadi yang sudah lama ia tinggalkan
dan ia hujat. Ia teringat pada Yesus dan meminta pertolongan pada
Tuhan. Dan mukjizat pun terjadi. Tuhan menolongnya dan ia tidak jadi
dibakar.
Pada
suatu retret, Melkior dipulihkan dan dibaptis. Tetapi akhirnya ia harus
mengalami cobaan yang lain. ia harus masuk k bui lagi. Didalam penjara
ia bergumul. Ia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Pada saat ia
berjalan bersama iblis, ia tidak pernah mengalami masa sulit. Justru
pada saat ia berjalan bersama Tuhan, belum ada 1 hari ia ikut Tuhan, ia
langsung masuk dalam penjara. Ia merasa terlalu banyak hal sulit. Ia
sempat protes pada Tuhan. Didalam penjara, Melkior mendapat perlakuan
yang tidak baik bahkan kasar. Ia dipukul dan diancam.
Pada
suatu hari ia teringat pada suasana natal yang ia pernah rasakan. Ia
rindu sekali untuk merasakan hal itu lagi. Ia mulai berlutut di kamar
sel nya dan memohon pada Tuhan untuk ia dapat rasakan lagi suasana natal
itu. pada saat itu ia merasa tangan yang besar dan hangat memeluk
tubuhnya dengan penuh kasih. Dan ia merasakan pelukan seorang Bapa yang
belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Mukjizat lain pun ia alami. Sesuai dengan keinginan dan doanya, ia pun dibebaskan dari penjara. Tepat 2 minggu sebelum hari Natal
tahun 1999 Melkior menghirup udara bebas karena kasus-kasusnya
dinyatakan ditutup. Setelah 20 tahun mengembara di dunia kejahatan,
Melkior untuk pertama kalinya merasakan Natal yang begitu dirindukannya. Sebuah Natal yang sebenarnya karena Tuhan Yesus sudah lahir dalam kehidupannya.
8
tahun kemudian Melkior menjadi seorang yang memiliki hati untuk
melayani di jalan. Ia menemui semua orang-orang yang kurang beruntung,
yang harus hidup dijalan. Ia mulai memberikan mereka kasih dan
perhatian. Ia menyuruh mereka untuk tinggal di rumah singgah atau bahkan
dirumahnya sendiri. ia memberi motivasi untuk setiap mereka yang
sepertinya tidak ada harapan. Memberi hidupnya untuk para orang-orang
yang kurang beruntung ini.
Contohnya
Suparno, anak asuh Melkior yang dulunya anak jalanan sekarang telah
memiliki mobil angkot sendiri untuk usahanya. Juga keluarga Hembring
yang akhirnya memiliki warung dan usaha sendiri yang akhirnya mampu
menyekolahkan anak-anak mereka sampai Perguruan Tinggi. Teladan yang
bisa dijadikan contoh untuk jaman seperti sekarang ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar